Postingan

RESENSI BUKU : MADILOG

Gambar
MADILOG: Upaya Membangun Cara Berpikir Ilmiah Bangsa Indonesia Penulis Resensi: Kholivatunisa Identitas Buku Penulis: Tan Malaka Judul Buku: MADILOG: Materialisme, Dialektika, dan Logika Kota Terbit: Jakarta Penerbit: Pustaka Narasi Tahun Terbit: 2014 Jumlah Halaman: ± 372 halaman ISBN: 978-602-8997-52-6 Pengantar Salah satu karya pemikiran penting dalam sejarah intelektual Indonesia adalah MADILOG: Materialisme, Dialektika, dan Logika karya Tan Malaka. Buku ini ditulis sebagai respons terhadap cara berpikir masyarakat yang masih dipengaruhi oleh mistisisme, takhayul, dan irasionalitas dalam memahami realitas sosial. Tan Malaka, sebagai tokoh pergerakan dan pemikir revolusioner Indonesia, menulis MADILOG dengan tujuan membangun kerangka berpikir ilmiah bagi bangsa Indonesia. Buku ini tidak hanya relevan dalam konteks perjuangan kemerdekaan, tetapi juga tetap aktual dalam menghadapi tantangan berpikir kritis di era modern. Isi Buku Secara garis besar, MADILOG membahas tiga k...

SELF IMPROVEMENT

Fenomena Melimpahnya Informasi di Internet dan Pengaruhnya terhadap Self Improvement Anak Muda Di era digital seperti sekarang, internet bukan lagi sekadar ruang untuk mencari hiburan atau berkomunikasi, tetapi sudah menjadi sumber utama berbagai informasi. Hampir setiap detik, ada jutaan data baru yang muncul di media sosial, blog, hingga platform video. Dari hal-hal ringan seperti tips memasak hingga pembahasan yang lebih mendalam seperti kesehatan mental dan pengembangan diri (self improvement), semuanya mudah dijangkau hanya lewat sentuhan jari. Fenomena ini membawa dampak besar, terutama bagi generasi muda. Dulu, pembahasan tentang kesehatan mental masih dianggap tabu, bahkan jarang dibicarakan di ruang publik. Namun kini, berkat banyaknya informasi yang tersebar di internet, topik seperti self-love, healing, hingga boundaries menjadi sesuatu yang akrab di telinga. Banyak anak muda mulai menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara fisik dan mental, serta memahami bahwa tidak ...

Tugas akhir?!!🫣

Rabu, 8 Oktober 2025, kelas KPI 5D mengikuti perkuliahan Penulisan Berita, Artikel, dan Opini bersama Prof. Ngainun Naim. Pada pertemuan kali ini, beliau membahas topik yang cukup menarik tentang kreativitas dalam menulis artikel. Menurut Prof. Ngainun, kreativitas berarti sesuatu yang baru dan berbeda — hal yang membuat tulisan punya ciri khas tersendiri. Beliau menjelaskan bahwa ada empat unsur penting dalam kreativitas yang disebut 4P, yaitu Person, Press, Process, dan Product. Person berkaitan dengan individu yang punya potensi kreatif, Press berhubungan dengan dorongan dari lingkungan, Process menggambarkan tahapan munculnya ide, dan Product adalah hasil akhir dari proses kreatif itu sendiri. Prof. Ngainun menekankan bahwa setiap orang sebenarnya memiliki potensi kreatif, hanya saja banyak yang belum menyadarinya. Beliau juga memberikan pesan yang cukup membekas, “Temukan potensimu, lalu berdakwahlah.” Pesan itu mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menulis untuk tugas kuliah, t...

Pertemuan online mendadak 🤩

Kuliah Pindah Hari✨ Hari itu mendadak sekali. Jadwal kuliah yang seharusnya hari Rabu harus kita majukan, dan tahu-tahu kita sudah online lagi bareng Prof. Ngainun Naim . Awalnya sih agak kaget, tapi suasana diskusinya tetap asyik dan mengalir. Topik utamanya simpel tapi penting: Artikel Ilmiah Populer . Intinya, ini adalah jembatan antara tulisan super serius (jurnal, skripsi) dengan tulisan yang bisa dinikmati publik luas. Prof. Naim menekankan, ciri-ciri tulisan keren itu: bahasanya enggak kaku , referensinya enggak perlu seketat skripsi, dan yang paling penting, kalimatnya harus ringkas, padat, dan to the point . Pokoknya, harus enak dibaca! Setelah itu, Prof. Naim membawa kita ke jantungnya kepenulisan: IDE . Beliau bilang, menemukan ide itu seperti menemukan kunci. Ide adalah awal dari segalanya  awal kesuksesan  dan bahkan bisa membentuk kenyataan baru . Nah, dari mana datangnya ide-ide cemerlang itu? Ternyata sumbernya dekat banget: dari fenomena yang kita lihat, da...

Bukan "Telmi", Anak Indonesia Dinilai Terkendala Pengajaran, Profesor Stella Christie Minta Lupakan Tes IQ

Bukan "Telmi", Anak Indonesia Dinilai Terkendala Pengajaran, Profesor Stella Christie Minta Lupakan Tes IQ JAKARTA, METRO TV – Stigma mengenai rendahnya kecerdasan anak-anak Indonesia, yang diperparah dengan hasil survei PISA mengenai kemampuan matematika yang berada di urutan ke-63 atau 65, dibantah keras oleh ahli kognitif, Profesor Stella Christie. Menurutnya, anggapan bahwa anak Indonesia bodoh atau memiliki IQ rendah sama sekali tidak berdasar. Penegasan ini disampaikan oleh Profesor Stella Christie, seorang ilmuwan, saat menjadi narasumber dalam tayangan Podcast KICK ANDY yang diunggah oleh kanal METRO TV. Bantahan Anggapan IQ Rendah Profesor Stella Christie menegaskan bahwa kemampuan anak-anak yang terlihat rendah, misalnya saat kesulitan menjawab soal matematika sederhana seperti 5x3, bukanlah disebabkan oleh faktor kecerdasan atau IQ yang rendah. "Itu bukan karena mereka iq-nya rendah, bukan karena mereka bodoh, tetapi karena mereka tidak mendapatkan pengajaran ...

kuliah PBAO 24 September✨

kuliah PBAO 24 September✨ Kuliah PBAO hari ini benar-benar fokus ke inti menulis, khususnya penulisan berita, yang terasa applicable banget. Intinya, Bapak menekankan bahwa menulis itu bukan cuma soal teori tapi kombinasi teori dan praktik. Percuma kaya pengetahuan tapi nggak terampil, makanya praktik itu penting, bahkan bisa jalan tanpa teori, meskipun hasilnya mungkin belum maksimal karena praktik adalah cara kita belajar teori secara tidak langsung. Kami mencatat beberapa poin kunci, khususnya di sesi penugasan 5 Lapisan Keputusan dalam penulisan berita: 1. Prinsip Dasar Penulisan Berita: Fokusnya di layak diliput (newsworthiness) dan mengapa itu layak. 2. Pengumpulan Data: Pertanyaan kritisnya, apakah data yang dikumpulkan sudah cukup? Ukuran 'cukup' itu kayak apa. 3. Evaluasi: Hal-hal penting apa saja yang wajib dimasukkan dalam berita. 4. Penulisan: Bagaimana kita mengeluarkan ide di otak ke tulisan dan kata-kata apa yang pas dipakai, serta siapa audience kita. 5. Penyun...

Cerita Singkat Kuliah Wawancara, 18 September 2025

Cerita Singkat Kuliah Wawancara, 18 September 2025 Kuliah hari itu, 18 September 2025, materinya fokus banget soal seni wawancara. Intinya sih, wawancara itu bukan sekadar ngobrol atau ngumpulin data, tapi harus jadi proses konfirmasi yang matang. Dosen ngejelasin, peran kita sebagai pewawancara itu lumayan kompleks. Kita harus bisa mendengarkan sambil mengamati bahasa tubuh, ekspresi, dan bahkan suara narasumber. Penting juga buat menyelidiki kalau ada yang terasa janggal, dan harus cepat menanggapi omongan mereka. Poin kunci yang diulang-ulang: catat! Jangan cuma andelin rekaman atau video doang. Sampai gerakan kecil yang gak sadar atau "Habitus Fisik" narasumber juga harus kita pantau, biar gak kehilangan makna. Kami juga dapet to-do list sebelum wawancara. Persiapan non-teknis itu wajib banget: pelajari dulu orangnya dan topik yang mau dibahas. Intinya, jangan sampai kita datang tanpa modal ilmu. Baru setelah itu urusan teknis kayak bawa bolpen, catatan, dan alat rekam. M...