Cerita Belajar PPI Livchaaa

Hei!! 👋
Welcome back to the my jurnal ✨
Kali ini aku mau Cerita tentang pembelajaran PPI aku yang membahas bab 
"Peradaban Islam pada masa Khulafaur Rasyidin"
seperti biasa di bumi Gayatri tepatnya dimana aku menimba ilmu yah UIN SATU Tulungagung 

Pagi itu....
Riuhnya para mahasiswa yang terburu-buru memasuki kelas² mereka suara motor yang ramai lengkap dengan bunyi klasonnya serta para mahasiswa pejalan kaki yang Saling berbicara bersama teman2nya dengan canda dan tawa. 
"Oh , pagi yang cerah seperti biasa ". 
Batin ku tersenyum :)
Aku berjalan menaiki tangga sendirian membawa Tote bag yang berisi buku² kesayanganku dan alat tulis lainnya tidak lupa dengan jajannya 😅 

Fikiranku di angan² membayangkan kelas seperti biasanya namun ada sedikit kekhawatiran dimana kelas ku nanti apakah kosong atau ada yang menempati ? karena aku sebagai penanggung jawab mata kuliah PPI belum memberi kabar kepada beliau. 
"Duh Ruangannya di pake kelas lain gak ya ? ".
Batin ku bertanya - tanya
Benar saja dugaanku ternyata ada kelas lain yang masih menempati ruangannya , syukurnya setelah aku bertanya ternyata sebentar lagi mereka selesai . Sembari menunggu tak lupa aku menyapa teman² sekelasku dan berbincang bersama
Setelah mereka kelas Lain  keluar aku dan teman² ku masuk ke kelas dan duduk dibarisan depan. 
Akhirnya aku mengabari beliau pak dosen untuk menanyakan kehadiran nya dan beliau bertanya
 "apakah sudah siap?". 
" Sudah pak Alhamdulillah ". Jawabku mantap.
Perkuliahan pun dimulai✨

Nah sebelum masuk pembahasan pak dosen kita 
Beliau bapak Prof. Dr. Ngainun Na’im, S.Ag, M.HI.
Memberikan pencerahan tentang relasi Islam dan negara

Ternyata ada 3 bentuk negara 
1. Negara Islam
2. Negara Sekunder
3. Negara tidak berdasarkan agama. Tetapi mengakui agama. 

Nah negara tercinta kita Indonesia ada di point yang ke tiga karena Indonesia memiliki ideologi negara sendiri yaitu "Pancasila"

Masuk ke pembahasan di buka oleh presentasi dari beberapa teman² ku Serta penjelasan tambahan dari pak dosen . Aku memahami bahwa 
Setelah Baginda wafat tonggak kepemimpinan Islam saat itu dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin yaitu

1. Abu Bakar Ash-Shiddiq
2. Umar bin Khattab
3. Utsman bin Affan
4. Ali bin Abi Thalib 

Banyak cerita yang terjadi di masa kepemimpinan Khulafaur Rasyidin ada suka dan duka lengkap dengan kejadian tragis di dalam nya . Sedih bangett dimana aku mengetahui sejarah kelam dibaliknya. Memang sifat serakah manusia akan kekuasaan dan kemenangan  sudah ada sejak dulu dimasa Khulafaur Rasyidin, Masa Baginda sampai masa nabi Adam sudah ada , Itulah manusia . Kita sebagai generasi penerus jangan sampai ada lagi perpecahan yang merugikan cukuplah Kedamaian yang selalu ada bersama kita . Aamiin. 

Lanjut yaa, 
Pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq
 awalnya para tokoh Islam saat itu bingung dan Banyak yang memperebutkan kekuasaan. Karena Baginda tidak memberi wasiat kepada umat Islam siapa penerus kepemimpinan nya. Hingga akhirnya setelah melewati berbagai pertikaian antara kaum Anshor dan kaum Muhajirin terpilih lah Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai pemimpin nya . 

Dimasa beliau penuh dengan tantangan menghadapi kaum riddah ( orang² yang murtad ) , Nabi palsu hingga orang² yang tidak mau membayar zakat. 
Namun beliau Abu Bakar Ash-Shiddiq berhasil menghadapi mereka dengan kepemimpinan nya bahkan beliau berhasil menaklukkan Romawi dengan mengutus pasukan Usamah yang dulu diutus Rasulullah namun kembali di pertengahan jalan karena mengetahui Rasulullah wafat. Hebat sekali ya beliau ini.

Dan Dimasa beliau ini juga pembukuan Al-Qur'an dimulai atas usul Umar bin Khattab. Awalnya abu bakar menolak karena nabi tidak pernah memerintahkan itu , namun dengan diskusi yang mendalam akhirnya Abu Bakar setuju dan pembukuan Al-Qur'an pun dimulai dengan dipimpin oleh Zaid bin Tsabit "sang sekretaris Rasulullah". Begitu aku menyebut Nya he :)
Itulah tadi sedikit cerita dari masa kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq hingga beliau meninggal dan terpilihlah  Umar bin Khattab sebagai penerusnya atas musyawarah Tokoh ² Islam pada saat itu . 

Pada masa Umar bin Khattab beliau menjalankan kepemimpinan Islam dengan sangat baik yaitu membentuk negara modern dengan  melanjutkan program-program Abu Bakar Ash-Shiddiq
Memperluas wilayah Islam, mulai mengadakan ijtihad serta mengembangkan ilmu pengetahuan Islam Sastra dan arsitektur . Pada masa beliau lah yang menjadi masa ke Emasan Khulafaur Rasyidin 
Hingga pada akhir hayatnya beliau terbunuh oleh abu lukluk pada saat mengimami sholat subuh . MasyaAllah sekali, Al- Fatihah untuk beliau....

Kemudian tonggak kepemimpinan Islam dilanjutkan oleh Utsman bin Affan pada awalnya Kepemimpinan beliau berjalan dengan baik yaitu melanjutkan program-program terdahulu, mendirikan angkatan laut, membangun bendungan, membangun masjid ² salah satunya masjid Nabawi serta penyatuaan Al-Qur'an dari segi penulisan dan bacaan. Karena terjadi banyak perselisihan akibat perbedaan dalam menulis dan membaca Al Qur'an.
 
Hingga sampailah di akhir masa kepemimpinan beliau terjadi kericuhan karena mulai adanya praktik korupsi oleh pejabat pemerintahan dan Nepotisme yang dilakukan beliau. 
Pada akhirnya yang kelam , beliau terbunuh oleh pemberontakan Al - Gafiqi yang berhasil menyusup kamarnya lewat atap . Al-fatihah untuk beliau... 

Terakhir, kita lanjut dimasa pemerintahan Ali bin Abi Thalib, beliau terpilih atas musyawarah tokoh Islam pada saat itu , namun banyak yang tidak setuju salah satu nya Bani Umayyah. 
Masa kepemimpinan beliau menerapkan kebijakan yang tegas mulai dari memecat pejabat-pejabat yang tidak kompeten dan mengambil tanah hibah yang tidak sah. Namun, ketegasan beliau menyebabkan banyak pemberontakan. 
Masa Kepemerintahan Ali disibukkan pemberontakan dari dalam hingga terjadilah perang sesama muslim pertama yaitu perang Jamal antara Ali dan Aisyah , thalhah dan Zubair .
 Serta terjadinya perang siffin yang memojokkan Ali bin Abi Thalib yang memunculkan golongan khawarij (Tidak setuju dengan Ali ) 
kemudian terjadilah perang segi tiga dan Ali terbunuh diperang itu, Al- Fatihah untuk beliau....

Ga nyangka banget akhirnya Sad ending ....
Bahkan beliau² yang sahabat Rasulullah aja punya cerita perjuangan yang sangat berat untuk menegakkan Islam. 
Tapi kita ambil pelajaran nya aja dari sejarah ini yaa ambil positifnya okey :) 

Di akhir pembelajaran aku bertanya pada pak dosen 
" Menurut pandangan bapak apa Segi positifnya di balik Keputusan Rasulullah yang tidak meninggalkan wasiat kepemimpinan nya kepada umat Islam . Karena kita pasti tahu setiap keputusan Rasulullah pasti ada alasannya ". 

Dan pak dosen pun menjawab dengan mantap bahwa
Dunia ini selalu dinamis dan relatif Rasulullah tidak meninggalkan wasiat bagaimana Kepemerintahan selanjutnya agar umat Islam bisa bermusyawarah dan membentuk sistem Kepemerintahan sesuai dengan keadaan dunia saat itu. Dengan begitu sistem pemerintahan dapat berjalan. Karena andai saja rasulullah meninggalkan wasiat kepemimpinan mungkin saja bisa terjadi tidak tepatnya  situasi dan kondisi yang dialami sehingga sistem pemerintahan menjadi salah. Oleh karena itu Rasulullah memberikan kebebasan kepada umat Islam untuk membentuk sistem Kepemerintahan sesuai dengan situasi dan kondisi negara masing-masing pada masa nya Sendiri pula.

Nah mungkin cukup itu dulu yaa cerita kita hari ini 
Sejarah bukanlah Senin bernostalgia.
Namun, Sejarah menjadi ibrah dan pelajaran yang bisa kita tarik ke masa sekarang. Untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik~

Terima kasih sudah membaca✨

Mohon maaf bila ada kesalahan dalam cerita nyaa , bisa langsung hubungi aku yaa :) 
See you bye byee 👋

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI BUKU : MADILOG

Podcast Suara Berkelas

Tugas akhir?!!🫣