Resume Filsafat Umum

Tugas : 
Resume setiap Halaman Filsafat Umum 


1. Halaman pertama 

Kesimpulan dari paragraf pertama  adalah bahwa filsafat ilmu melibatkan dua aspek utama, yaitu hubungan ke luar dan ke dalam kegiatan ilmiah. Dalam konteks arti luas, filsafat ilmu mencakup permasalahan ontologis-metafisik, tata-susila, dan konsekuensi pragmatik-etik yang terkait dengan kegiatan ilmiah. Sementara itu, filsafat ilmu dalam arti sempit lebih difokuskan pada hubungan ke dalam ilmu itu sendiri.

2. Halaman ke 2
Filsafat adalah sikap bertanya yang terus-menerus, sebuah sistem pemikiran terbuka untuk dipertanyakan. Berbeda dari ideologi dan dogma yang cenderung tertutup, filsafat adalah upaya tanpa henti dalam pencarian kebenaran. Cinta dalam filsafat diartikan sebagai proses pencarian yang dihidupi oleh pertanyaan terus-menerus, bukan sebagai kebenaran yang sudah ditemukan.

3.Halaman ke 3
Filsafat adalah sikap mencari yang dihidupi oleh pertanyaan terus-menerus. Meskipun dalam filsafat kita merasa belum memiliki kebenaran sepenuhnya, namun sebenarnya kita telah memiliki representasinya dalam proses pencarian. Ada berbagai pandangan tentang filsafat, termasuk pandangan bahwa filsafat melibatkan berpikir bebas, radikal, dan mendalam hingga ke akar-akar masalah, dengan ciri-ciri analitis, pemahaman, deskriptif, evaluatif, interpretatif, dan spekulatif.

4. Halaman ke 4
Filsafat mencakup makna seperti kebenaran, keindahan, dan kebaikan, serta dapat diartikan sebagai aliran atau hasil pemikiran yang konsisten serta sebagai metode berpikir. Menurut M. Amin Abdullah, filsafat memiliki dua dimensi, yaitu sebagai sistem pemikiran tertutup dan sebagai metode berpikir kritis yang menghargai kebebasan intelektual. Filsafat ilmu membahas hakikat ilmu dengan fokus pada pengertian abstrak. Sebagai cabang dari ilmu filsafat, filsafat ilmu menyelidiki proses keilmuan manusia, dan menarik perhatian dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan.

5. Halaman ke 5
Teks membahas dampak epistemologis dalam perkembangan ilmu dan masyarakat. Pola pikir saintifik, awalnya terkait dengan ilmu fisika, berkembang menjadi pola hidup dan pandangan dunia, mengakibatkan naturalisasi dan universalisasi dalam ilmu pengetahuan sosial. Kritik terhadap pendekatan positivistis mencatat bahwa hal ini menyebabkan dehumanisasi, budaya persaingan, dan konsumtifisme dalam masyarakat modern. Pola pikir saintifik berkembang menjadi pola hidup saintisme, mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat saat ini.

6.Halaman ke 6
Teks menyoroti dampak kecenderungan epistemologis dalam perkembangan tradisi Islam. Pola pikir yang mendasari ilmu-ilmu keislaman berkembang menjadi pola hidup dan standar hidup keislaman, menyebabkan polarisasi dan disintegrasi dalam umat Islam. Filsafat ilmu menjadi penting untuk menganalisis rancang bangun keilmuan dan konsekuensi logis dari pola pikir yang mendasarinya. Filsafat, berasal dari bahasa Yunani "philos" yang berarti cinta, memiliki peran kritis dalam memahami dan mengontrol dampak yang timbul dari pola pikir tersebut.

7.Halaman ke 7
Teks menjelaskan asal-usul kata "filsafat" dari gabungan kata Yunani "philos" (cinta) dan "shopos" (kebijaksanaan/ilmu pengetahuan). Dalam terminologi, filsafat adalah upaya sistematis untuk memahami realitas, menentukan batas dan jangkauan pengetahuan, serta melakukan penyelidikan kritis terhadap pernyataan ilmiah. Ilmu, berasal dari kata Arab "‘Alima" (tahu/mengerti), sering dikaitkan dengan pengetahuan. Meski ilmu termasuk pengetahuan, tidak semua pengetahuan dianggap ilmu.

8.Halaman ke 8
Teks menjelaskan perbedaan antara pengetahuan dan ilmu, di mana pengetahuan mencakup hasil serap indra manusia, sementara ilmu diperoleh secara sistemik, metodik, dan memenuhi syarat tertentu. Istilah "ilmu" memiliki berbagai makna, termasuk dalam konteks sains dan teknologi atau sebagai pengetahuan yang dihimpun melalui metode ilmiah. Kemandirian ilmu terkait dengan norma-norma ilmiah, di mana pengetahuan ilmiah memiliki dasar pembenaran, bersifat sistematis, dan intersubjektif. Filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara memperolehnya, dengan fokus pada aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi dari pengetahuan.

9.halaman ke 9
Teks menjelaskan bahwa filsafat ilmu merupakan penyelidikan lanjutan yang memandang ilmu sebagai objek kajiannya. A. Cornelis Benjamin mendefinisikan filsafat ilmu sebagai studi kritis dan sistematis mengenai dasar-dasar ilmu pengetahuan, terutama terkait dengan metode, konsep, praduga, dan posisi dalam kerangka cabang-cabang intelektual. Seorang yang disebut filsuf bukan hanya berdasarkan kemampuan fisik atau berpikir mendalam saja, tetapi lebih pada kemampuan menalar untuk mencapai atau menemukan sesuatu yang bersifat hakiki atau metafisik. Pentingnya orang bijak lebih dari orang pintar karena dapat menciptakan keseimbangan di tengah persaingan yang intens di dunia.

10. Halaman 10
Teks menyoroti dampak persaingan yang menghancurkan di dunia, menekankan pentingnya keberadaan orang bijak untuk menggantinya dengan persaingan yang berlomba dalam kebaikan. Mahasiswa di kampus dianggap sebagai agen perubahan dan diharapkan untuk dilatih berpikir filosofis, bukan hanya menghapal teori, tetapi juga mempraktikkannya untuk kemaslahatan dunia. Filsafat ilmu memiliki tujuan menguji penalaran ilmiah, mengembangkan sikap kritis terhadap kegiatan ilmiah, dan merefleksi asumsi serta metode keilmuan. Sikap kritis diperlukan agar ilmuwan dapat menghindari pandangan solipsistik dan melibatkan refleksi untuk memastikan kesesuaian metode ilmiah dengan struktur ilmu pengetahuan.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESENSI BUKU : MADILOG

Podcast Suara Berkelas

Tugas akhir?!!🫣